Category: Blog

Your blog category

  • Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Tolak Provokasi Pemecah Belah

    Pimpin Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Tolak Provokasi Pemecah Belah

    ​Palembang – Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin apel besar sabuk kamtibmas di lapangan Mapolrestabes Palembang pada Selasa (28/7/2026). Apel akbar yang dihadiri oleh lintas elemen ini digelar untuk menyikapi dinamika sosial kemasyarakatan Kota Palembang yang ibarat dua mata pisau; di satu sisi membawa kemajuan ekonomi, namun di sisi lain membuka ruang bagi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

    ​Dalam arahannya di hadapan jajaran Forkopimda, mahasiswa, buruh, komunitas ojek daring, hingga kelompok masyarakat lainnya, Kapolda secara khusus menyoroti pentingnya membangun benteng pertahanan sosial di tengah masyarakat. Hal ini krusial guna menangkal berbagai ancaman, terutama isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah.
    ​Sandi Nugroho menegaskan bahwa dalam menjaga keamanan Kota Palembang, Polri tidak bisa bekerja sendirian tanpa adanya dukungan nyata dari masyarakat.

    ​”Kita tidak perlu menjadi seorang Superman, tetapi yang kita butuhkan adalah sebuah Super Team. Jadikanlah ‘Sabuk Kamtibmas’ ini sebagai pengikat yang memelihara persatuan dan kesatuan, serta benteng sosial yang menjaga kehidupan dari segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas,” tegas Kapolda dalam amanatnya.

    ​Lebih lanjut, Kapolda Sumsel mengimbau warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan memperkuat ketahanan informasi. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk perkuat kembali Siskamling dan jangan mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah,” pesannya dengan nada tegas namun merangkul.

    ​Bagi Kapolda, tingginya angka pengungkapan kasus kejahatan (678 perkara sepanjang Januari–Juni 2026) bukanlah kebanggaan utama. Kebanggaan sejati bagi institusi kepolisian adalah ketika berhasil mengubah mindset masyarakat agar mampu secara proaktif dan bersama-sama mencegah terjadinya kejahatan dari level akar rumput.

    ​ Acara ini juga dirangkai dengan pengembalian kendaraan milik korban kejahatan, pemusnahan 19,4 kg barang bukti narkoba jenis sabu, serta peluncuran Aplikasi Ampera 247 yang mempermudah warga dalam mengakses layanan kepolisian secara digital.

    ​Menyambung ketegasan pimpinan, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seruan Kapolda hari ini adalah alarm sekaligus panggilan jiwa bagi seluruh warga Sumatera Selatan.

    ​”Arahan Bapak Kapolda sangat jelas dan mendasar; pertahanan Kamtibmas yang paling kokoh bukanlah senjata, melainkan persatuan warganya. Di era keterbukaan informasi saat ini, hoaks dan provokasi adalah ancaman nyata yang bisa merusak persaudaraan. Lewat semangat Sabuk Kamtibmas, kami mengajak seluruh elemen untuk merapatkan barisan, menyaring informasi sebelum membagikannya, dan berdiri bersama Polri untuk memastikan tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah masyarakat kita,” ujar Nandang.
    ​
    Apel Besar Sabuk Kamtibmas menjadi sebuah ikrar kebangsaan di level daerah. Melalui perpaduan antara ketegasan penegakan hukum, kolaborasi warga, dan pemanfaatan teknologi, Polrestabes Palembang mengirimkan pesan yang kuat: persatuan warga adalah kunci utama keamanan sejati. Seiring dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!”, Palembang kini meneguhkan langkahnya sebagai kota yang tidak hanya aman dari tindak kriminalitas, tetapi juga kebal terhadap segala bentuk provokasi dan perpecahan.

  • Kapolda Sumsel Pimpin Penyerahan Barang Bukti Kejahatan ke Korban

    Kapolda Sumsel Pimpin Penyerahan Barang Bukti Kejahatan ke Korban

    Palembang  — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan kembali menegaskan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan nyata kepada masyarakat melalui pengembalian barang bukti hasil tindak pidana kepada pemilik yang sah. Langkah tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, dalam rangkaian Apel Besar Sabuk Kamtibmas di Halaman Mapolrestabes Palembang, Selasa (28/7/2026), sebagai implementasi Polri Presisi yang berorientasi pada keadilan, pemulihan hak korban, dan peningkatan pelayanan publik.

    Pengembalian barang bukti tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari kemampuan negara mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban tindak pidana. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah untuk menghadirkan rasa aman, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap hak-hak warga negara.

    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Sumsel secara simbolis menyerahkan lima unit sepeda motor dan satu unit telepon seluler hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas) kepada pemiliknya yang telah melalui proses penyidikan dan memiliki kepastian hukum.

    Barang bukti yang dikembalikan meliputi satu unit Honda Scoopy milik Mafiro Gita Romadina, satu unit Yamaha N-Max milik Indah Pratiwi, satu unit kendaraan angkutan barang merek Kaisar milik Joko Mulyono, satu unit Honda Beat milik Ferlin, satu unit Honda Beat warna hitam milik Bonie Hartono, serta satu unit telepon seluler yang telah berhasil diamankan penyidik.

    Selain pengembalian barang bukti, Kapolda Sumsel juga memberikan piagam penghargaan kepada dua warga, M. Reza Pahlevi dan M. Ikbal, atas keberanian mereka menggagalkan aksi pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api di kawasan Alfamart Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 10 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Dalam aksi tersebut, M. Reza Pahlevi mengalami luka tembak pada bagian rusuk hingga pinggang, sedangkan M. Ikbal mengalami luka tusuk pada bagian paha akibat perlawanan pelaku.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa pemulihan hak korban merupakan bagian penting dari proses penegakan hukum yang berkeadilan.

    “Penegakan hukum yang berkeadilan tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi yang paling utama adalah bagaimana negara hadir mengembalikan hak-hak korban kejahatan. Kami memastikan seluruh barang bukti yang telah memiliki kepastian hukum dikembalikan kepada pemiliknya secara transparan, profesional, dan tanpa dipungut biaya sepeser pun,” tegas Kapolda Sumsel.

    Kapolrestabes Palembang Kombes Pol. Sonny Mahar Budi Adityawan, mengatakan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak dapat dilepaskan dari partisipasi aktif masyarakat dalam membantu tugas-tugas kepolisian.

    “Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Keberanian masyarakat yang turut membantu mencegah tindak kejahatan merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi masyarakat lainnya,” ujar Sonny Mahar Budi Adityawan.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pengembalian barang bukti kepada korban merupakan bentuk pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta bagian dari komitmen Polri dalam membangun kepercayaan publik.

    “Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, transparan, dan akuntabel. Setiap keberhasilan pengungkapan tindak pidana harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk memastikan hak-hak korban dapat dipulihkan secara cepat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Nandang Mu’min Wijaya.

    Melalui pengembalian barang bukti kepada pemilik yang sah serta pemberian penghargaan kepada masyarakat yang berani membantu mencegah tindak kejahatan, Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan visi Polri Presisi dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif guna mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sriwijaya.

  • Ditpolairud Polda Metro Jaya Gelar Baksos di Kali Adem, Bagikan Bantuan Untuk Kesejahteraan Warga Sekitar

    Ditpolairud Polda Metro Jaya Gelar Baksos di Kali Adem, Bagikan Bantuan Untuk Kesejahteraan Warga Sekitar

    Kombes Pol Mustofa selaku Direktur Polairud Polda Metro Jaya baru saja menggelar aksi sosial di kawasan pesisir Kali Adem, Jakarta Utara. Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, pihak kepolisian membagikan bantuan berupa paket bahan pokok dan alat bantu jalan. Langkah nyata ini diambil untuk menyapa sekaligus membantu warga yang tinggal di area pelabuhan tersebut.

    Penyerahan bantuan secara khusus dilangsungkan di rumah seorang warga bernama Jaenal Arifin yang tengah berjuang melawan penyakit stroke. Saat berkunjung, Kombes Pol Mustofa tampak ditemani oleh jajaran pejabat utama Ditpolairud serta petugas bhabinkamtibmas setempat. Kehadiran pengurus RT dan RW setempat juga turut mengawal jalannya silaturahmi yang penuh kehangatan ini.

    Aksi filantropi ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan dan kesehatan masyarakat pesisir. Melalui pemberian kursi roda dan sembako, Ditpolairud Polda Metro Jaya berharap bisa sedikit mengurangi kesulitan ekonomi keluarga sasaran. Dukungan moral dan materiil seperti ini sangat krusial bagi warga yang sedang mengalami keterbatasan fisik.

    Agenda yang berlangsung pada hari Kamis ini merefleksikan dedikasi penuh institusi Polri dalam mengayomi masyarakat bawah. Setiap paket bantuan yang disalurkan menjadi simbol kehadiran negara di tengah kesulitan yang dihadapi warganya. Pada akhirnya, program sosial ini diharapkan dapat terus mempererat hubungan baik antara aparat penegak hukum dan rakyat.

  • Viral Pulau Sampah Ditpolairud Polda Metro Jaya Gelar Aksi Bersih Pesisir Muara Angke Bersama Dinas Lingkungan Hidup

    Viral Pulau Sampah Ditpolairud Polda Metro Jaya Gelar Aksi Bersih Pesisir Muara Angke Bersama Dinas Lingkungan Hidup

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, personel Ditpolairud Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan aksi bersih-bersih di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

    Kegiatan tersebut diawali dengan pengecekan kondisi lapangan terkait penumpukan sampah di kawasan Muara Kali Adem. Selanjutnya, personel bersama instansi terkait melakukan pembersihan serta berkoordinasi mengenai penanganan lanjutan secara bertahap agar kawasan pesisir tetap terjaga kebersihannya.

    Selain kegiatan pembersihan, personel Ditpolairud juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan kawasan pesisir.

    Berdasarkan hasil pemantauan, penumpukan sampah di wilayah tersebut merupakan fenomena yang kerap terjadi setelah musim ombak atau musim barat. Kondisi geografis Muara Kali Adem yang berbentuk cekungan menyebabkan material dari daratan terbawa arus dan terkumpul di kawasan pesisir.

    Melalui kegiatan ini, Ditpolairud Polda Metro Jaya berharap kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan terus meningkat sehingga kawasan pesisir dapat tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

  • Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi dengan PT Pusri, Untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Asta Cita Presiden

    Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi dengan PT Pusri, Untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Asta Cita Presiden

    PALEMBANG — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sinergi pengamanan dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, salah satu objek vital nasional yang memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian Indonesia.

    Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dengan Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang Maryono beserta jajaran direksi yang berlangsung di Ruang Delegasi Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Rabu, 3 Juni 2026.

    Pertemuan strategis tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat pengamanan objek vital nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.

    Sebagai perusahaan pupuk terbesar dan tertua di Indonesia, PT Pusri memiliki peran penting dalam menjamin pasokan pupuk bagi jutaan petani di berbagai daerah. Kelancaran proses produksi, penyimpanan, hingga distribusi pupuk menjadi faktor krusial dalam menjaga produktivitas sektor pertanian dan stabilitas pangan nasional.

    Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak membahas penguatan kerja sama yang mencakup pertukaran informasi strategis, pengamanan aset perusahaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan, hingga penguatan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat memengaruhi operasional perusahaan.

    Kapolda Sumatera Selatan juga menegaskan kesiapan seluruh jajaran Polda Sumsel, termasuk Polrestabes Palembang dan Polsek Kalidoni, untuk memberikan dukungan pengamanan secara optimal terhadap seluruh aktivitas operasional PT Pusri sebagai bagian dari objek vital nasional yang memiliki dampak langsung terhadap kepentingan masyarakat luas.

    Pengamanan yang terintegrasi tersebut tidak hanya bertujuan menjaga keamanan fisik perusahaan, tetapi juga memastikan kelancaran rantai distribusi pupuk hingga sampai ke tangan petani. Dengan terjaganya stabilitas produksi dan distribusi pupuk, kebutuhan sektor pertanian dapat terpenuhi secara berkelanjutan sehingga mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional.

    Langkah ini sejalan dengan implementasi Program Presisi Polri yang menempatkan kepolisian sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional serta menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan negara.

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pengamanan terhadap objek vital nasional merupakan bagian penting dari kontribusi Polri dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

    “Kami memastikan seluruh jajaran Polda Sumatera Selatan siap memberikan perlindungan maksimal bagi kelancaran operasional PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Keamanan objek vital nasional ini merupakan prasyarat penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas strategis pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan nasional,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

    Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penguatan sinergi dengan PT Pusri merupakan bentuk nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga sektor-sektor strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

    “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Melalui pengamanan objek vital nasional seperti PT Pusri, Polda Sumatera Selatan berupaya memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif sehingga proses produksi dan distribusi pupuk dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat langsung bagi para petani dan masyarakat Indonesia,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

    Audiensi tersebut diakhiri dengan diskusi teknis lanjutan serta penyerahan plakat sebagai simbol penguatan sinergi antara Polda Sumatera Selatan dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

    Polda Sumatera Selatan menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan strategis guna menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan ekonomi, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.

  • Kapolda Sumsel Tegaskan Masuk Polri Gratis, Minta Masyarakat Jangan Percaya Calo

    Kapolda Sumsel Tegaskan Masuk Polri Gratis, Minta Masyarakat Jangan Percaya Calo

    Palembang – Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho memberikan pesan kepada masyarakat khususnya kepada calon polisi. Irjen Sandi menegaskan masuk Polri tidak dipungut biaya, masyarakat juga diminta tak percaya siapapun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan.
    Hal itu disampaikan Irjen Sandi saat memimpin langsung pelaksanaan Sidang Menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap II dalam rangkaian Penerimaan Terpadu Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan penentuan krusial ini diselenggarakan di Gedung Golden Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Kamis (4/6/2026).

    Dalam sidang yang turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) pendamping, pengawas internal, serta eksternal tersebut, Irjen Sandi secara khusus menyoroti pentingnya menjaga integritas tahapan seleksi. Dia meminta seluruh pihak terkait sungguh-sungguh melakukan antisipasi terhadap segala bentuk upaya kecurangan.

    “Saya kembali menegaskan kepada seluruh peserta, orang tua, dan panitia untuk mengantisipasi segala bentuk praktik percaloan maupun sponsorship dalam mengikuti kegiatan seleksi ini. Masuk Polri tidak dipungut biaya,” ujar Irjen Sandi dalam keterangannya.

    Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho di Hadapan Calon Siswa Foto: (dok istimewa)
    Baca juga:
    Kapolda Sumsel Minta Jajaran Pantau Hotspot Berbasis Satelit Cegah Karhutla
    Irjen Sandi juga mengingatkan masyarakat dan para orang tua calon siswa agar tidak mudah teperdaya oleh oknum-oknum yang mencoba mengambil keuntungan di tengah proses rekrutmen.

    “Jangan mudah percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dan meminta imbalan dalam bentuk apa pun kepada kita semua,” tambahnya.

    Untuk diketahui, demi memastikan keterbukaan informasi menjangkau seluruh wilayah, pelaksanaan Sidang Rikkes Tahap II ini digelar menggunakan sistem hibrida. Berdasarkan ketetapan sidang, tercatat sebanyak 1.674 peserta dinyatakan berhak untuk melangkah ke tahapan pemeriksaan kesehatan selanjutnya.

    Kelancaran dan objektivitas pengumuman ini dikawal penuh oleh Irwasda Polda Sumsel selaku Ketua Tim Pengawas Umum dan Karo SDM selaku Ketua Pelaksana, dibantu oleh jajaran direktur dan kepala bidang yang menjadi koordinator masing-masing tahapan ujian.

    Baca juga:
    Sambut Hari Bhayangkara, Polda Sumsel Berbagi Sembako-Kursi Roda untuk Warga
    Bagi Irjen Sandi, keberhasilan ribuan peserta mencapai tahap ini adalah bukti nyata bahwa kelulusan ditentukan murni oleh kualitas dan persiapan individu.

    “Masuk menjadi anggota Polri bukan hanya karena pintar atau tidak pintar, tetapi karena siapa yang lebih siap, maka dialah yang akan terpilih,” katanya.

    Terakhir, dia memastikan seluruh rangkaian penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda Sumsel dipastikan akan terus berjalan di bawah pengawasan ketat dengan berpegang teguh pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), demi menjaring Bhayangkara sejati pelindung masyarakat.

  • Wujud Kepedulian Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Serahkan Bantuan Sapi kepada KBPP Polri Sumsel

    Wujud Kepedulian Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Serahkan Bantuan Sapi kepada KBPP Polri Sumsel

    Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 H, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Selatan, Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menunjukkan wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada keluarga besar Polri di Sumatera Selatan

    Rabu 27 Mei 2026, Kapolda Sumsel menyerahkan bantuan berupa 1 (satu) ekor sapi kurban yang ditujukan khusus untuk Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri Daerah Sumatera Selatan.

    Bantuan hewan kurban jumbo diterima oleh Ketua PD KBPP Polri Sumatera Selatan M.Yansuri, SP di Palembang. Momentum ini menjadi simbol mempererat tali silaturahmi serta sinergitas antara institusi Polda Sumsel dengan organisasi keluarga besar putra-putri purnawirawan Polri di wilayah Sumatera Selatan.

    “Bantuan ini merupakan bentuk rasa syukur, kepedulian, dan kehadiran institusi Polri di tengah-tengah keluarga besarnya. Semoga hewan kurban ini membawa berkah dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh keluarga besar KBPP Polri Sumsel serta masyarakat sekitar yang berhak menerimanya,”ujar perwakilan pihak Polda Sumsel saat penyerahan.

    Sementara itu, Ketua PD KBPP Polri Sumatera Selatan, M.Yansuri, S.IP yang diwakil Sekretaris Mr. Soki dan Wakil Ketua Ade Irawansyam menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Bapak Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho.

    “Bantuan ini menegaskan bahwa KBPP Polri selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keluarga besar Polda Sumsel,”Kata Mr. Soki Sekretaris PD KBPP Polri Sumsel didampingi Wakil Ketua Ade Irawansyam. Rabu 27 Mei 2026 di Kola

    Dikatakan, pemotongan hewan kurban bantuan Kapolda Sumsel di potong, hari Rabu 27 Mei 2026 di Kolam pemancingan Sri Mulya Kecamatan Sematang Borang Palembang.

    “Pihak KBPP Polri Sumsel memastikan bahwa daging hasil pemotongan hewan kurban ini nantinya akan didistribusikan secara adil kepada anggota dan masyarakat yang membutuhkan,

  • Hewan Kurban Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Diserahkan Ke Ponpes Al-Fakhriyah OKU

    Hewan Kurban Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Diserahkan Ke Ponpes Al-Fakhriyah OKU

    Baturaja- Kapolda Sumsel Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, melalui Kapolres Oku Akbp Endro Aribowo, menyerahkan hewan qurban satu ekor Sapi secara simbolis kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fakhriyah Oku. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (26/05/2026) di halaman Ponpes Al-Fakhriyah Oku.

    Kapolres Oku menyampaikan bahwa inti dari berqurban adalah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT dan menumbuhkan rasa keikhlasan serta kepedulian untuk berbagi dengan sesama, khususnya kepada warga yang membutuhkan. Selain itu, hal ini juga untuk lebih mendekatkan antara jajaran Kepolisian dengan masyarakat.

    Kapolda Sumsel juga menitipkan salam sekaligus mengamanahkan jika daging sapi kurban tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar masjid.

    “Semoga apa yang saat ini kami serahkan dari Kapolda bisa menjadikan barokah serta amal bagi kita semua. Ujar Kapolres Oku.

    Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fakhriyah Oku beserta anggota, menyambut positif pemberian hewan kurban dari Kapolda Sumsel melalui Kapolres Oku.

    Sebab dengan adanya tambahan hewan kurban dari ini, semakin banyak daging yang bisa dibagikan kepada masyarakat.

    “Semoga daging hewan kurban dari Kapolda Sumsel melalui Kapolres Oku ini berkah bagi semua. Sehingga jalinan silaturahim semakin erat dan dapat tercipta situasi yang kondusif di Kab. Oku, Ucapnya.

  • Cegah Begal, Polda Metro Jaya Bentuk 150 Pos Pantau yang Dijaga Polisi Berseragam

    Cegah Begal, Polda Metro Jaya Bentuk 150 Pos Pantau yang Dijaga Polisi Berseragam

    Perbesar
    Patroli malam tim gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI dan Satpol PP di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (22/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

    Polda Metro Jaya membentuk 150 pos pantau di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta sebagai upaya pencegahan aksi begal dan kejahatan jalanan.

    Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, pos-pos tersebut ditempatkan di lokasi yang dinilai rawan dan diisi personel kepolisian berseragam agar kehadiran aparat lebih terlihat oleh masyarakat.

    “Ada 150 pos pantau yang kami tempatkan di beberapa titik Kota Jakarta ini, di situ kami tempatkan personel Polri terutama yang berseragam,” kata Wahyu dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5).

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan pola pencegahan yang dijalankan Direktorat Samapta, yang selama ini mengedepankan kehadiran polisi berseragam melalui patroli di lapangan.

    Pola patroli dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari patroli roda dua, roda empat, hingga patroli Perintis Presisi yang digelar terutama pada malam hari.

    “Kami membentuk hampir seluruh polres itu ada patroli Perintis Presisi yang selalu berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan pencegahan terhadap aksi begal yang terjadi khususnya di Kota Jakarta,” ujarnya.

    Selain menempatkan personel, kendaraan patroli juga disiagakan di titik-titik pos pantau untuk memperkuat kehadiran polisi di lapangan.

    “Kendaraan-kendaraan patroli kami tempatkan pada titik-titik tersebut untuk meminimalkan dan menghadirkan polisi sebanyak-banyaknya, terutama di Kota Jakarta pada saat malam hari, sore hari, maupun di siang hari,” kata dia.

    Wahyu menilai peningkatan volume patroli yang selama ini dilakukan masih belum cukup sehingga diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan pos pantau.

    Ia menyebut pola tersebut sebelumnya juga pernah diterapkan untuk mengantisipasi tawuran dan kini kembali diaktifkan untuk mencegah aksi begal.

    “Kegiatan kami sudah kami tingkatkan kembali dengan membentuk pos-pos seperti apa yang sudah kami lakukan pada saat sebelumnya untuk mengantisipasi tawuran. Untuk mengantisipasi begal, kami bentuk kembali beberapa pos,” ucapnya.

    Tak hanya patroli menggunakan kendaraan, personel juga dikerahkan melakukan patroli jalan kaki di titik-titik rawan.

    “Pola kegiatan patroli yang kami lakukan tidak hanya mobil, tapi juga jalan kaki pun juga kami lakukan di situ-situ tadi,” tutur Wahyu.

    Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas di Jakarta, baik pada siang maupun malam hari. “Khususnya masyarakat Kota Jakarta bisa keluar dengan aman,” tutupnya.

  • Cegah Begal, Polda Metro Bentuk 150 Pos Pantau yang Dijaga Polisi Berseragam

    Cegah Begal, Polda Metro Bentuk 150 Pos Pantau yang Dijaga Polisi Berseragam

    Perbesar
    Patroli malam tim gabungan dari Polda Metro Jaya, TNI dan Satpol PP di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (22/5/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

    Polda Metro Jaya membentuk 150 pos pantau di sejumlah titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta sebagai upaya pencegahan aksi begal dan kejahatan jalanan.

    Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, pos-pos tersebut ditempatkan di lokasi yang dinilai rawan dan diisi personel kepolisian berseragam agar kehadiran aparat lebih terlihat oleh masyarakat.

    “Ada 150 pos pantau yang kami tempatkan di beberapa titik Kota Jakarta ini, di situ kami tempatkan personel Polri terutama yang berseragam,” kata Wahyu dalam jumpa pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (22/5).

    Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan pola pencegahan yang dijalankan Direktorat Samapta, yang selama ini mengedepankan kehadiran polisi berseragam melalui patroli di lapangan.

    Pola patroli dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari patroli roda dua, roda empat, hingga patroli Perintis Presisi yang digelar terutama pada malam hari.

    “Kami membentuk hampir seluruh polres itu ada patroli Perintis Presisi yang selalu berkolaborasi untuk melaksanakan kegiatan pencegahan terhadap aksi begal yang terjadi khususnya di Kota Jakarta,” ujarnya.

    Selain menempatkan personel, kendaraan patroli juga disiagakan di titik-titik pos pantau untuk memperkuat kehadiran polisi di lapangan.

     

    “Kendaraan-kendaraan patroli kami tempatkan pada titik-titik tersebut untuk meminimalkan dan menghadirkan polisi sebanyak-banyaknya, terutama di Kota Jakarta pada saat malam hari, sore hari, maupun di siang hari,” kata dia.

    Wahyu menilai peningkatan volume patroli yang selama ini dilakukan masih belum cukup sehingga diperlukan langkah tambahan berupa pembentukan pos pantau.

    Ia menyebut pola tersebut sebelumnya juga pernah diterapkan untuk mengantisipasi tawuran dan kini kembali diaktifkan untuk mencegah aksi begal.

    “Kegiatan kami sudah kami tingkatkan kembali dengan membentuk pos-pos seperti apa yang sudah kami lakukan pada saat sebelumnya untuk mengantisipasi tawuran. Untuk mengantisipasi begal, kami bentuk kembali beberapa pos,” ucapnya.

    Tak hanya patroli menggunakan kendaraan, personel juga dikerahkan melakukan patroli jalan kaki di titik-titik rawan.

    “Pola kegiatan patroli yang kami lakukan tidak hanya mobil, tapi juga jalan kaki pun juga kami lakukan di situ-situ tadi,” tutur Wahyu.

    Ia berharap langkah tersebut dapat meningkatkan rasa aman masyarakat saat beraktivitas di Jakarta, baik pada siang maupun malam hari. “Khususnya masyarakat Kota Jakarta bisa keluar dengan aman,” tutupnya.